Kesah Nabi Idris

Tahukah Anda bahwa kisah-kisah Nabi Idris ini menawarkan sesuatu hal yang unik? Bahwa keseharian Nabi Idris as. salah satunya diisi dengan menjahit. Ya, kenyataannya memang demikian. Seperti tercantum dalam riwayat Ibnu Abbas, yang mengatakan bahwa “Daud adalah seorang pembuat perisai, Adam seorang petani, Nuh seorang tukang kayu, Idris seorang penjahit dan Musa adalah penggembala.” (dari al-Hakim)[1]. Kisah-kisah nabi Allah ternyata menggambarkan keseharian para nabi yang tidak jauh dengan kehidupan manusia.

Masih dalam rangkaian kisah-kisah Nabi Idris, diceritakan bahwa setiap kali beliau memasukkan jarum untuk menjahit pakaian, tidak pernah beliau luput dari mengucapkan tasbih. Nabi Idris as. juga merupakan sosok yang selalu berpuasa. Amal dan ibadahnya yang luar biasa, mengundang keinginan malaikat maut (Izrail) untuk berjumpa dengan beliau.

Atas izin Allah, Malaikat Izrail pun datang menemui Nabi Idris as. dalam sosok seorang laki-laki yang rupawan. Tanpa mengetahui sosok asli yang menjadi temannya ini, Nabi Idris as. mengajak malaikat untuk melakukan perjalanan mengelilingi alam sekitar.Kisah-kisah Nabi Idris memang penuh dengan cerita menarik.

Dalam kisah-kisah Nabi Idris diceritakan bahwa tak terasa, sudah empat hari mereka bersiar-siar bersama dan menjadi sahabat. Nabi Idris menemukan kejanggalan pada diri temannya itu. Beliau merasa, tingkah laku temannya ini amat berbeda dengan sifat-sifat manusia biasa. Akhirnya, beliau pun tidak dapat menahan hasrat ingin tahunya. Lalu, terjadilah percakapan ini:

Nabi Idris as: “Wahai tuan, bolehkah saya tahu, siapakah tuan yang sebenarnya?”
Malaikat Izrail: “Saya adalah Malaikat Maut.”

Kaget sekali Nabi Idris mendengar jawaban teman barunya itu.

Nabi Idris as: “Apakah tuan datang untuk mencabut nyawaku?”tanyanya lagi.

Malaikat Izrail: (tersenyum) “Tidak, saya datang hanya untuk menziarahimu dan Allah Swt. telah mengizinkan niatku.”

Kemudian, Nabi Idris as. pun minta permohonan yang tidak mungkin diminta manusia biasa sekarang ini.

Nabi Idris as: “Wahai malaikat maut, kabulkanlah satu permintaanku kepadamu. Cabutlah nyawaku, kemudian tuan mohonkan kepada Allah agar menghidupkan aku kembali, supaya aku dapat menyembah Allah setelah aku merasakan dahsyatnya sakaratul maut.”

Malaikat Izrail: “Sesungguhnya saya tidaklah mencabut nyawa seorang pun, melainkan hanya dengan izin Allah.”

Kemudian, Allah Swt. memerintahkan kepada Malaikat Izrail, agar memenuhi permohonan Nabi Idris as. Maka dicabutnyalah nyawa Nabi Idris saat itu juga. 

Ketika Malaikat Izrail melihat kematian Nabi Idris as. itu, ia pun menangis. Dengan perasaan iba dan sedih, ia memohon kepada Allah Swt. agar menghidupkan kembali sahabatnya itu. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah pun menghidupkan kembali Nabi Idris as. Kematian Nabi Idris yang hanya sementara ini juga terangkum dalam kisah-kisah Nabi Idris.

Rasa Sakit Kematian

 Permintaan pertama nabi Idris as adalah ingin mengetahui bagaimana rasanya nyawa dicabut? “Sebenarnya saya ingin merasakan bagaimana rasanya jika nyawa seseorang sedang di cabut,” ujar nabi Idris. Permintaan yang aneh, sebab umumnya manusia sangat takut dengan kematian. Malaikat Izrail kemudian mencabut nyawa nabi Idris as. Setelah bangun dari kematian nabi Idris as kemudian ditanya bagaimana rasanya sakaratul maut? “Sesungguhnya ibarat terkelupasnya kulit dalam keadaan hidup-hidup, maka rasa sakit menghadapi maut itu lebih dari 1000 kali sakitnya.” ujar nabi Idris as. Malaikat Izrail lalu menjelaskan, ia mencabut nyawa nabi Idris as dengan lemah lembut seperti yang biasa dilakukan ketika mencabut nyawa orang-orang beriman. Karena penasaran, kemudian nabi Idris as bertanya bagaimana rasa kematian orang tidak beriman. Malaikat Izrail menjelaskan, mereka akan dicabut nyawanya dengan rasa sakit yang luar biasa. Rasa sakit tersebut akan terus dirasakan hingga hari kiamat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s